Friday, December 25, 2009
stasiun
di sudut stasiun itu,
entah sudah berapa batang rokok yang telah kuubah jadi gumpalan asap.
sementara sang waktu seolah menghianatiku, dengan memperlambat setiap detiknya.
berapa lama lagi aku harus menunggu, hanya tuk sekedar melihat lesung pipitmu.
tahukah engkau ratusan kilometer kutempuh, hanya tuk melihat senyum manismu itu.
ah..., senyum yang mampu menghangatkan hati ini yang telah lama membeku.
di sudut stasiun itu, aku menunggumu.
entah telah berapa lama tlah kuhabiskan dengan duduk diam di kursi kayu ini.
sementara itu bayangmu pelahan namun pasti, kembali mengusik benakku.
berapa kali harus kuteguhkan hati, agar tak terhanyut oleh kenangan tentangmu.
tahukah engkau ratusan cara telah kucoba tuk melupakan semua tentangmu.
ah..., namun sketsa wajahmu telah begitu dalam menggurat dalam ingatanku.
di sudut stasiun itu, aku menunggumu.
entah apa yang akan kukatakan saat nanti bertemu denganmu.
sementara aku tahu bahwa kau kini tidak sendiri lagi.
berapa kali harus kuyakinkan diri, bahwa ini hanya sekedar perjumpaan biasa.
tahukan engkau puluhan doa telah kupanjatkan, agar situasi tak kaku seperti ini.
ah..., mengingatmu seperti mengkhianati temanku sendiri.
di sudut stasiun itu, aku masih menunggumu.
namun engkau masih juga belum menampakkan diri.
harapan tuk bertemu lagi denganmu memudar sudah,
seiring dengan asap dari rokok terakhirku.
mungkin itu yang terbaik buatmu, buatnya dan buat diriku.
ah..., mungkin keinginanku untuk sekedar bertemu,
itu terlalu berlebihan,
maaf.
~~~~~
Ditulis : Jakarta, 29 Desember 2009, dini hari
Terinspirasi saat melaju menuju Semarang menggunakan KA Kaligung
Friday, December 18, 2009
Sepi
Sunday, November 22, 2009
Generic Host Process Error - Salah Satu Ulah Malware
~~~~~
Beberapa waktu yang lalu, saya selalu mendapat pesan error mngenai Generic Host Process. Ini saya alami setiap saya melakukan koneksi internet dengan modem Huawei E220, namun anehnya error ini tidak akan muncul bila menggunakan koneksi internet kantor.
Sebel..., efek dari pesan error ini ternyata membuat browsing menjadi error (tidakbisa browsing) juga, meskipun tidak disconnect. Selain itu sound-pun tidk dikenali, sehingga tidak dapay digunakan untuk memainkan file multimedia seperti musik dan movie.
Error ini menghilang bila dilakukan restart. Namun akan terulang lagi setiap menggunakan akses internet dengan modem USB.
GRHHHH..........!!!
Reinstall operating system segera saya lakukan, hasilnya cukup memuaskan. Namun beberapa hari kemudian hal yang sama terjadi lagi.
Akhirnya setelah misuh-misuh di FB, ada sebuah solusi yang diberikan oleh seorang teman.
~~~~~
Ternyata error tesebut merupakan ulah malware. Detailnya disa dilihat di sini.
Ada solusi yang gampang dilakukan yaitu dengan melakukan blok terhadap port-port sebagai berikut :
-
UDP Port 135, 137, 138 dan 445.
-
TCP Port 135, 139, 445 dan 593.
Nah, buat pemula ato pemales (seperti saya), mendingan make tool WWDC (Windows Worm Doors Cleaner). Silahkan download secara gratis di sini atau bisa japri saya.
~~~~~
Problem solve..., tapi ada kelemahan yang mengganggu. Akses untuk jaringan internal (LAN, intranet) dan printer sharing juga keblokir akibat penutupan port-port di atas.
Hal ini mungkin tidak bermasalah bila komputer/laptop tidak digunakan untuk koneksi jaringan internal.
~~~~~
Nah..., klo problem bener-bener pengen solve tapi gak ngeganggu koneksi jaringan internal. Satu-satunya solusi adalah update Windows.
Namun langkah update Windows, hendaknya perlu dipertimbangkan lagi karena apabila Windows yang digunakan merupakan XP Professional SP-2 versi Pirated Edition, siap-siaplah untuk diblacklist oleh Microsoft. Windows akan dikenali sebagai produk counterfeit.
~~~~~
Pesan moral :
1. Hati-hati saat koneksi intenet ke site underground.
2. Selalu pasang dan update antivirus.
3. Gunakan Windows original (klo mau yang bajakan tapi harus kaya original, contohlah saya).
4. Windows memang sering bermasalah, kenapa gak coba beralih ke Linux?
(Pengen make Linux, tapi masih cinta Windows karena tuntutan pekerjaan)
Ditulis :
Saat laptop masih perlu diopname,
Jakarta, November 22, 2009
Wednesday, November 11, 2009
Pahlawan di Masa Kini
10 November...,
Saat itu saya benar-benar lupa kalau hari itu adalah hari Pahlawan. Maklumlah saat ini hari-hari besar nasiona sudah tidak sesemarak dulu. Saya ingat saat masih duduk di Sekolah Dasar, setiap hari besar nasional pastilah Sang Merah Putih ramai berkibar di setiap depan rumah. Hal tersebut seaakan-akan merupakan kewajiban sebagai tanda nasionalisme, sehingga saat itu meupakan hal yang memalukan bila hari besar nasional tidak diperingati dengan mengibarkan bendera Merah Putih.
Namun sekarang ini merupakan sesuatu yang langka, mengibarkan bendera di depan rumah untuk memperingati hari besar nasional. Bendera baru ramai berkibar saat musim kampanye saja, itupun yang berkibar bukanlah Sang Merah Putih, namun bendera partai.
Mungkin sekarang sifat nasionalisme dan ke-Indonesia-an sudah bergeser menjadi sifat ke-PARTAI-an dan ke-AKU-an. Entahlah...
~~~~~
Pahlawan...,
Jelas pahlawan adalah orang yang dianggap berjasa bagi negeri ini karena keberanian dan pengorbanannya, maka tak heran mereka yang berjuang saat masa kemerdekaan dulu, disebut sebagai pejuang. Ya..., mereka memang sangat pantas disebut sebagai pejuang, karena berani mengorbankan jiwa raga untuk kemerekaan yang belum tentu akan mereka nikmati.
Lalu masih adakah pahlawan saat ini?
Banyak..., namun yang paling banyak adalah pahlawan-pahlawan kesiangan, yang hanya meng-claim dirinya sebagai pahlawan atas hasil kerja yang "mungkin bukan" miliknya.
~~~~~
Bagi saya, pahlawan di saat ini adalah mereka yang benar-benar mau dan rela melayani dengan sepenuh hati, meski terrkadang hal tersebut merupakan tuntutan hidup.
Di antara mereka adalah :
Tukang sapu jalanan, tukang sampah, kuli bangunan dan buruh panggul, merekalah pahlawan sejati di saat ini.
Bagi saya mereka lebih mulia dan berjasa dari pada "orang-orang berbaju batik" di Senayan yang hanya berkoar-koar dengan janji-janji manis tapi tanpa bukti nyata.
Sunday, November 8, 2009
Seperti Angin
Ku ingin bebas seperti angin,
tanpa beban...,
melayang tinggi di angkasa,
bertegur sapa dengan awan,
bersalaman dengan petir,
bersentuhan dengan titik hujan.
Ku ingin bebas seperti angin,
terbang menuju ke semua tempat yang ku inginkan,
ke pantai...,
berbincang dengan karang,
bertukar cerita dengan ombak,
ke gunung...,
berdansa bersama edelwis,
bercanda bersama tebing dan jurang.
Kuingin bebas seperti angin,
tak terikat di satu tempat,
tak punya beban yang mengekang,
tak ada halangan yang merintangi,
bebas...
Tapi...,
aku bukanlah angin, aku hanya manusia biasa,
langkahku kan terseok mengikuti hukum gravitasi,
kakiku akan selalu terpaku di bumi.
Ku jadi iri dengan dandelion,
terpenjara dibumi, namun sebagian dirinya bebas terbang bersama angin.
~~~~~
Jakarta, 08 November 2009
Ditulis saat merasa jengah
Saturday, November 7, 2009
Keseimbangan
Saturday, October 24, 2009
Free SMS via Web - [ngirit mode On]
~~~~~
Beberapa hari kemarin, saya lagi bener-bener males untuk me-reply sms yang masuk ke dalam HP. Bukan karena pulsanya yang lagi tiris, justru karena kebanyakan pulsa, jadi gak abis-abis sampe akhirnya masuk grace period.
Jadi..., maaf ya klo ada sms yang gak saya bales.
he...5x
~~~~~
Iseng-iseng sambil nungguin salary day, browsing deh...
Dan akhirnya saya menemukan sebuah site yang menyediakan layanan sms secara free.
Biasanya site yang menyediakan layanan sms gratis itu cuma fake thok...., jadi dengan setengah hati saya mencobanya.
TAAAAAADAAAAAA.......
HP saya berbunyi, menandakan sms masuk. Setelah dicek ternyata sms yang saya kirim via web berhasil dengan baik.
Mantabs.....
~~~~~
Pesan moral :
1. Gunakan sms gratis secara bijak, biar bisa terus bro...!!!
2. Solusi taktis di masa kritis.
Saturday, October 17, 2009
Tuesday, October 13, 2009
SE K500i vs simPATI
~~~~~
Beberapa hai yang lalu, Minggu sore saya yang tenang diusik dengan ketukan di pintu kamar.
Wow...., rupanya seorang temen saya datang. Begitu duduk, langsung saja ngasih info mengenai adanya sms gratisan dari simPATI.
Mmmmm..., rupanya info itu berhasil membangkitkan jiwa ingin tahu dan penasaran saya hingga kumat lagi sifat iseng+usil+jail.
Tanpa banyak tanya langsung dipanteng laptop dan berbekal Google, dapatlah beberapa info tentang cara mengirimkan sms dengan simPATI, tanpa biaya alias gratis.
Dari banyak tutorial tersebut, salah satu caranya adalah dengan mengganti message servie center-nya. Begitu dapet tutorialnya, tanpa ba-bi-bu langsung deh dioprek SE K500i saya. Setelah sedikit melakukan pengubahan message service center, trial-pun saya coba...
Lho..., kok fail. Coba lagi..., fail lagi...., coba lagi... fail lagi....
Ada yang gak beres nih. Apaa ya...? Karena komen yang ada di site tempat saya melakukan download tutorial, banyak yang berhasil.
Setelah berkali-kali trial dengan hasil fail akhirnya saya mulai mumet.
Ternyata....., itu tutorial jaman batu. Pantesan gak bisa berhasil.
Dengan sedikit jengkel, langsung saya hapus message service center "palsu" di hp.
Nah...., ternyata kesulitan untuk memulihkan message service center, karena gak bisa tanda "+" gak bisa diinput.
Alhasil, gak bisa sms-an ama "X" dan "dia" deh. Hiiks..
~~~~~
Setelah menghubungi service center Telkomsel, baru tahu kalo untuk membei tanda "+" harus menggunakan hp dengan merk Nokia.
Entah simPATi yang udah kong-kali-kong dengan pihak Nokia, atau hp saya yang memang sudah out of date.
~~~~~
Pesan moral :
1. Selalu baca tutorial dengan teliti.
2. Jangan langsung percaya dengan hal-hal yang berbau gratisan.
3. Hari gini masih maenan yang gratisan...., kencing aja bayar je.
Beli pulsa lah kalo mau sms.
~~~~~
Cigaretteaholic...!!!
Huppphhhf...
Kenapa ya minggu-minggu terakhir ini konsumsiku dalam urusan rokok, begitu naik drastis...?
Kata orang, itu artinya lagi banyak fikiran
+ Fikiran, gak juga ah..., lagi pula klo orang hidup pasti harus mikir dong...
Kata temen, itu artinya lagi bad mood
+ Wah..., saya lagi enjoy banget kok. Jadi gak ada kata BT dalam kamus saya.
Kata bosku, itu artinya lagi stress akibat over load
+ Mmmm...., gak juga kok, buktinya saya masih bisa "nyantai" saat kerja.
Kata "dia", itu artinya lagi kesepian
+ Ngawur abiezzz..., saya lebih senang dengan kesendirian kok.
Ya..., klo mau rame di pasar lah...., ato nyalain rokok pas lagi isi bensin di pom.
Kata "X", itu artinya lagi butuh teman tuk "berbagi"
+ Hihihihihihihihi..., mungkin bener juga.
Bagi rokoknya dong, punya saya udah abis nih...
Jakarta, 13 Oktober 2009,
Ditulis sambil menikmati "aksi" nikotin
Friday, September 25, 2009
Life Keeps on Turning
All of it has passed behind me
With my smile and now I'm ready
Or my next step again
I know I can't drown forever
I've got a life that I have to deal with
I believe that life keeps on turning
And I'm here just to wait and sing
Yes, I'm here just to wait and sing..
Loosing you is not the end of the world
But it's true that it definitely hurts
Loosing you is not the end of the world
But it's true that it definitely hurts
That it definitely hurts!
When I wake up in the morning
One smile wipes away my yearning
A messages has come arriving
Secret admirer strikes again
And this life keeps on turning
Lyric by MOCCA
Tuesday, September 22, 2009
Air dan Konsistensi
Dari dalam pipa, dia meluncur keluar, sesaat setelah keran dibuka.
Berpindah ke dalam ketel.
Namun tetap disebut sebagai air.
Dari dalam ketel, dia dijerang diatas kompor.
Menghangat, beberapa saat kemudian bergejolak, mendidih.
Ada sebagian dirinya yang berubah menjadi uap.
Namun tetap disebut sebagai air, meskipun kini ada embel-embel uap air.
Sisa air yang tertinggal dalam ketelpun tetap disebut sebagai air,
meskipun kini telah bergelar air panas.
Dari dalam ketel...,
Ada yang berpindah ke dalam botol-botol termos, untuk menjadikannya tetap panas.
Ada yang berpindah ke dalam botol-botol beling bekas sirup, untuk kemudian dipindahkan ke dalam kulkas.
Ada pula yang berpindah ke dalam kotak-kotak kecil, terbuat dari plastik, untuk kemudian dimasukkan ke dalam freezer.
Namun semuanya tetap disebut sebagai air.
Dari termos, dia beindah ke dalam gelas, bercampur dengan gula dan kopi.
Dia bertransformasi menjadi kopi seduh.
Tetap saja dianggap sebagai air.
Dari kopi seduh dalam gelas,
dia berpindah lagi ke dalam mulut orang, terus menuju lambung.
Masih tetap disebut sebagai air.
Dari dalam tubuh,
dia berpindah ke dalam toilet untuk dikeluarkan sebagai air seni.
Dan lagi-lagi masih disebut sebagai air, meskipun kini telah dianggap sebagai sesuatu yang kotor.
Dari dalam toilet,
dia bercampur dengan limbah cair lainnya, terserap bumi.
Dan tetap disebut sebagai air.
~~~~~
Air...,
Ah..., kekonsistensianmu menggugahku.
Apapun wujud, tempat, sebutan, serta derajatmu tak lekang mengubahmu inti sejati dirimu untuk menjadi tetap menjadi air.
Yang selalu mengabdikan diri tanpa pamrih dan tak pernah sekalipun mengeluh.
Semarang, 23 September 2009
Dini hari
Terpaksa atau Dipaksa?
Setiap manusia pasti punya sesuatu yang sangat berharga dalam kehidupannya. Baik berupa benda yang punya nilai historis, kenangan manis yang tak terlupakan atau seseorang yang dikasihi.
Dan bila dihadapkan dengan pilihan, pastilah semua akan mengatakan tidak ingin untuk berpisah atau kehilangan hal-hal tersebut.
~~~~~
Namun manusia hanyalah berencana, bukan yang menentukan.
Terkadang dalam hidup ini, yang namanya kehilangan tak dapat untuk dihindari.
Hingga hanya 2 opsi yang tersisa, tepaksa atau dipaksa.
Tak ada perbedaan pada hasil akhir kedua opsi tersebut, namun ada sebuah perbedaan mendasar pada proses pemilihan opsi.
Saya..., akan cenderung memilih opsi terpaksa daripada dipaksa.
Terpaksa akan menjadikan saya sebagai subjek yang meskipun mau tak mau harus menerima hasil akhir, tetapi sebagai subjek akan lebih tinggi nilainya karena artinya akan lebih aktif bila dibandingkan dengan dipaksa yang menjadikan diri sebagai objek yang harus "manut".
~~~~~
Saat diri merasa kehilangan,
tegarlah....
karena itu berarti bahwa kita pernah memiliki.
~~~~~
Jakarta, 14 Oktober 2009, dini hari
Akhirnya diposting juga, setelah lama hanya menjadi draft dalam angan.
Thursday, August 20, 2009
Tidakkah Kita Patut Untuk Lebih Bersyukur...?
Bertahan di Alas Kedungserut - Sunaryo Adhiatmoko
Siang itu, panas menyengat, seakan hendak membakar daun-daun jati kering di Alas (hutan) Kedungserut, Jiken, Blora. Tapi, Parman bergeming, ia terus menggali akar kayu jati bekas ditebang. Sekujur tubuhnya dibasahi peluh.
Untuk mengangkat akar jati yang terpendam, Parman harus menggali hingga dua meter. Kemudian, ia mengayuhkan kapak untuk memotong dan membelahnya. Selendang kumal, terikat kuat di perutnya. Tulang rusuknya tampak jelas dilapisi kulit tipis mengkilap, karena keringat. Semangatnya, bak Haryo Penangsang, sosok yang melegenda dalam sejarah wali-wali Jawa di bumi Blora.
Selendang yang terikat di perutnya, bukan jimat kekuatan. Selendang itu, untuk menahan lapar. Mengingatkan, tatkala Rasulullah mengganjal perut pakai batu, untuk menahan lapar. Parman dan pencari kayu lainnya di alas Kedungserut, melakukan kebiasaan itu, agar tenaga mampu bertahan hingga sore hari.
"Kalau ketemu ubi, masih mending bisa ganjal perut," kata ayah lima anak yang sudah 20 tahun mencari kayu bakar itu.
Di hutan jati yang tanahnya kering, suatu keberuntungan jika dapat menemukan ubi. Jika dapat, ubi tidak perlu dibakar, tapi langsung dimakan. Menurut Parman, menyalakan api di hutan bisa sebabkan kebakaran. Apalagi, saat musim kemarau begini daun jati sedang masa gugur.
Perjuangan hidup di alas Kedungserut, dimulai Parman dan para pencari kayu bakar lainnya, sejak lepas subuh. Mereka berbekal air putih. Menuju hutan, 15 km dari rumah mengendarai sepeda pancal. Sepeda tua yang umurnya sudah puluhan tahun. Kadang, rantainya putus di tengah jalan, kerap juga bannya yang meletus.
Blora, dikenal daerah sulit air. Masyarakat desa, mengandalkan hidup dari bertani. Tapi, curah hujan yang kecil, menyebabkan panen rata-rata satu kali setahun. Selanjutnya, mereka mengisi hari-hari dengan merantau menjadi buruh bangunan di kota-kota besar.
Meski alamnya keras, banyak juga yang tak lari dari Blora. Mereka tetap bertahan, dengan sumber daya hidup yang terbatas. Bagi yang punya tenaga kuat, mencari kayu bakar seperti Parman, jadi satu-satunya harapan hidup. Meski, antara tenaga yang diperas dengan penghasilan tidak sebanding.
Parman dan teman senasibnya, mulai keluar hutan lepas zhuhur. Mereka menyusun tumpukan akar kayu jati, hingga dua meter di atas sepeda. Dari dalam hutan, perlahan-lahan sepeda yang sarat muatan kayu bakar, didorong. Tangan-tangan kering, tapi agak kekar itu, bergetar hebat menopang keseimbangan kayu dan sepeda. Sulit membedakan, bergetar karena menahan lapar apa lantaran berat. Tapi, tampak dua-duanya.
Siang merambat pukul 13.30, Parman beriringan dengan temannya menyusuri jalan raya Cepu - Blora. Panas membakar aspal, hingga tampak mendidih dari kejauhan. Tapi, kaki para pencari kayu bakar itu menapak tanpa alas kaki. Dari alas Kedungserut, mereka menuju ke pusat kota, seperti Jepon. Jika jalan datar dan turun, sepeda sarat muatan itu, dinaiki pelan-pelan.
Mereka menempuh jarak 15 km, sembari menjajakan kayu di sepanjang jalan. Jika nasib baik, belum sampai pasar dan tempat pengepul, kayu mereka sudah ada yang membeli di perjalanan. Satu sepeda, biasanya dibeli Rp 25 ribu. Mereka mencari kayu tiap hari, akan istirahat jika badan benar-benar lelah.
Dalam bincang, saat istirahat di pinggir jalan Brumbung, Jepon, Parman mengurai strategi hidup bertahan di Blora. Dengan penghasilan tak lebih dari Rp 400 ribu per bulan, Parman dan keluarganya harus hidup hemat. Untuk makan saja misalnya, Parman menunggu saat perut memang sedang lapar-laparnya. Dia dan istrinya bahkan kerap satu kali makan sehari.
"Setiap hari kami biasa puasa mas. Untuk makan dua kali saja takut, besok bagaimana," curah Parman, saat berbincang persiapan jelang Ramadan, Senin, awal pekan lalu. Di atas bumi tempat Parman berpijak, sesungguhnya pusat penghasil dolar dari minyak dan gas. Tapi ketimpangan itu amat dalam.
Sehari bersama Parman, banyak pelajaran hidup yang dipetik. Saat Al-Azhar Peduli Ummat, menyelipkan bantuan jelang Ramadhan ke sakunya, Parman terbelalak. Mulutnya kaku untuk berucap. Raut mukanya yang keras mendadak sendu. Parman haru, matanya berkaca-kaca.
"Tak ada pilihan lain, saya akan tetap bertahan di alas Kedungserut," lirih Parman berucap, sembari berkata terima kasih.
(sumber : www.detik.com)
~~~~~
Lalu pantaskah kita masih mengeluh dan terus mengeluh akan hidup ini, sedangkan makan 3 kali sehari telah tercukupi dengan layak?
Tidak malukah kita pada sosok Parman, yang tidak kenal menyerah?
Saturday, August 15, 2009
Indonesia Tanah Air Siapa?
Saturday, August 1, 2009
One Bad Day in My Life
~~~~~
Sebel, illfill dan sejuta perasaan dongkol lainnya.
Yupss..., hari ini saya merasa hampir-hampir frustasi.
Mungkin terlalu berlebihan, tapi jujur baru kali ini saya dipusingkan dengan proses instalasi operating system.
CD Windows yang saya miliki semuanya error, termasuk CD pinjaman dari seorang teman.
SIAL-nya saya sudah terlalu semangat dengan memformat ulang operating system yang lama.
~~~~~
Untungnya, saya punya CD operating system cadangan, yaitu UBuntu 8.10.
Akhirya disela keputusasaan, saya lakukan instalasi dengan operating system tersebut. Sebetulnya saya telah lama ingin beralih menggunakan Linux, tapi tuntutan pekerjaan yang selalu berkutat dengan aplikasi yang menggunakan software berplatform Windows-lah yang selalu menjadi kendalanya.
~~~~~
Mungkin inilah titik awal dimana saya dipaksa untuk migrasi dari Windows
~~~~~
Saturday, July 18, 2009
Cara Menon Aktifkan Internet OptionsFeature IE Pada Windows XP (II)
Ternyata ada cara yang lebih mudah, tanpa perlu mengotak-atik registry Windows.
~~~~~
Caranya dalah sebagai berikut :
- Buka Group Policy Editor, dengan cara mengetik GPEDIT.MSC pada menu run Windows.
- Akan muncul window Group Policy Editor
- Pilih User Configuration --> Administrative Template --> Windows Componnents --> Internet Explorer --> Browser menus
- Pada window sebelah kanan pilih Tools Menu : Disable Internet Options...menu option
- Klik item tersebut dan pilih enabled.
- Maka Internet Option pada IE akan menghilang.
Cukup mudah, karena tidak perlu ngoprek Wndows Registry.
Note : untuk mengaktifkan kembali, pilih Not Configured atau Dissabled
Certificate Error : Navigate Blocked ?
Itulah yang saya alami beberapa waktu yang lalu.
~~~~~
Kebetulan sistem operasi di laptop sudah agak err, males untuk memperbaikinya. Jadi langsung saya format ulang dan reinstall dengan menggunakan Vista.
Awalnya saya sempat terkagum-kagum karena semua fungsi tombol di laptop berfungsi
sempurna dan tidak ada gangguan mengenai hardware. Maklumlah sebelumnya sistem operasi yang saya gunakan adalah XP Professional SP-2. Banyak hardware dan fungsi tombol yang tidak berjalan sesuai dengan fungsinya (Laptop-nya Vista recommended).
Namun saat browsing mengunjungi site yang agak "aneh", ada pesan error bahwa website terblokir akibat gangguan certificate error. Mulanya saya fikir hal biasa, karena website yang saya kunjungi tergolong underground site dan saya fikir aman karena telah dilindungi oleh Kaspersky 7 dengan update terbaru.
Sialnya sehari kemudian, saya tidak bisa membuka http://www.gmail.com/ dan http://www.blogger.com/ karena error message yang sama, CERTIFICATE ERROR : NAVIGATE BLOCKED.
Saya coba scan dengan Kaspersky, hasilnya nihil alias tetep OK, namun tetap tidak dapat membuka kedua site tersebut.
Saya coba clean-up registry dengan CCleaner dan beberapa tool registry fixer seperti regcure. Hasilnya tetap sama.
Jengkel dengannya maka saya coba browsing untuk mencari solusi problem tersebut, lagi- lagi hasilnya tidak memuaskan.
Akhirnya saya menyerah dan bermaksud meakukan reinstall lagi, tapi berhubung loading pekerjaan yang menumpuk, hal tesebut belum saya lakukan. Iseng-iseng saya menanykan problem tersebut dengan staff IT di kantor. Dia memberikan sebuah tool SMADAV dan melakukan repair registry dengan tool tersebut.
Hasilnya...., sungguh luar biasa. Website yang sebelumnya selalu error saat dibuka ternyata dapat diakses dengan lancar tanpa gangguan.
Ternyata registry Windows Vista telah disusupi oleh phising, sehingga akan menuju web address yang keliru saat saya mencoba akses ke GMail dan blogger.
~~~~~
Kesimpulan :
- Hati-hati dengan website yang tidak jelas dan tergolong "underground site". Umumnya menawarkan tool-tool mantab untuk kompie, namun ternyata di balik itu semua banyak malware yang ikut menyelinap masuk ke dalam sistem.
- Belum tentu mutu produk lokal seperti PCMAV dan SMADAV itu lebih buruk dibandingkan produk impor seperti Kaspersky.
- Keep open mind and start thinking out of "BOX"
Tuesday, June 30, 2009
Sebuah Kado Kecil di Penghujung Juni
Andaikan...
Andai saja...
Hidup itu seperti sebuah komputer
Bila telah kacau balau content-nya, bisa di-defrag agar teratur lagi
Bila telah error sistemnya, bisa di reinstall dengan mudah
Bila ingin ditingkatkan kinerjanya, cukup di-upgrade
Bila telah bosan, bisa dijual dan beli model terbaru.
Sayang...,
Hidup tidaklah seperti itu ...
Hidup adalah hidup, bukanlah sebuah komputer
Hidup tidak akan dengan mudahnya dapat diubah sesuai keinginan
Perlu waktu lama untuk melalukan sebuah perubahan kecil dalam hidup
Wednesday, June 17, 2009
Pudar
Maaf bila rasa itu telah pudar
seiring dengan waktu.
Pudar...,
Maaf bila memori tentangmu telah pudar
tak secemerlang biasanya
Maaf bila pesonamu telah memudar
dalam hatiku
Karena mungkin inilah yang terbaik
Friday, June 12, 2009
Cara Menonaktifkan Internet Options Feature IE Pada Windows XP (I)
Berawal dari rasa jengkel akibat rekan kerja di tempat yang "baru", sering pinjem laptop saya. Bukannya pelit, tapi rekan tersebut juga punya dan bawa laptop sendiri. Eh... masih aja pinjem punya orang, dengan alasan bermasalah pada LAN Card-nya, padahal sebelumnya ok-ok saja tidak masalah.
Caranya gampang pake banget kok.
- Buka registry editor (udah pada tau kan caranya).
- Cari bagian sebagai berikut : HKEY_CURRENT_USER \ Software \ Policies \ Microsoft \
- Tambahkan new key Internet Explorer
- Dalam key Internet Explorer tersebut tambahkan new key Control Panel
- Nah..., kemudian tambahkan string value sesuai dengan tab bagian mana yang ingin dinon-aktifkan dan isi nilainya dengan angka 1 diisi dengan bagian yang bercetak tebal) :
AvancedTab = Advanced tab
ConnectionsTab = Connections tab
ContentTab = Content tab
GeneralTab = General tab
ProgramsTab = Programs tab
SecurityTab = Security tab
Liat gambar agar lebih jelas (sebagai contoh : saya menon-aktifkan tab Connections)
HASILYA :
Ini gambar sebelum dilakukan tweaking
Ini hasil Tweaking-nya
Nah..., sekarang mati rak kowe le...!!! Setting standard IE gak bakal bisa diubah lagi kecuali diubah dari registry editor.
~~~~~
Rasain.....
Note : Untuk menghilangkan efeknya, cukup ubah nilai 1 menjadi 0 atau hapus key tambahannya
Tuesday, May 12, 2009
Biar
Monday, May 4, 2009
Mengapa Harus Monyet?
~~~~~~
Belakangan ini saya sering dan senang sekali menggunakan foto monyet sebagai avatar di dunia maya.
Banyak teman-teman yang mengomentari akan hal tersebut. Ada yang hanya sekedar mengingatkan untuk mengganti avatar yang ada sampai ada yang "jengkel" lalu mengoda dengan anggapan saya adalah avatar tersebut. He...5x, saya sih tetep enjoy aja gak ngepek...
~~~~~~
Sebenarnya ada beberapa hal yang mendasari mengapa saya memilih monyet sebagai avatar.
Sebagaimana diketahui bahwa monyet, dalam hal ini simpanse merupakan hewan yang secara anatomi hampir mirip dengan manusia. Bahkan bagi Darwinian dan pendukung Darwinism, percaya bahwa nenek moyang manusia adalah bangsa kera (Pithecanthropus).
Trus..., dengan menggunakan monyet sebagai avatar, apakah saya termasuk Darwinian?
Jawabnya dengan tegas, TIDAK... Manusia merupakan ciptaan ALLOH yang paling sempurna (hal ini tersurat dan tersirat dengan jelas dalam ayat Al-Qur'an) , sehingga sangatlah tidak mungkin manusia merupakan hasil evolusi dari kera.
~~~~~~
Alasan mengapa saya menggunakan monyet sebagai avatar adalah karena ternyata secara sifat, perbedaan antara manusia dan kera sangatlah tipis, bahkan hampir tidak ada bedanya.
Coba "buka mata" dan "buka hati" lalu pergi ke kebun binatang dan perhatikan sifat dan sikap monyet. Ternyata banyak sifat-sifat kemonyetan yang melekat pada orang-orang di sekitar kita, bahkan mungkin pada diri kita sendiri.
Lihat, bagaimana monyet begitu bernafsunya saat melihat makanan, hingga saling sepak saling cakar tanpa peduli teman.
Bukankah manusia juga (ada yang) seperti itu.
Dalam hal mendapatkan kedudukan, pangkat dan jabatan, saling jegal tanpa peduli kawan atau bahkan saudara sendiri.
Lihat, bagaimana monyet dengan santainya bergelantungan di pohon, berlari kesana kemari tanpa malu meskipun dalam kondisi telanjang.
Bukankan manusia saat ini juga (ada yang) seperti itu.
Mengenakan pakaian mahal dan bermerk namun esensinya justru telanjang. Menggunakan kerudung namun pakaian yang dikenakannya malah menonjolkan lekuk tubuh.
Lihatlah, bagaimana monyet dengan acuh tak acuhnya melakukan hubungan seks di depan umum.
Bukankan manusia saat ini juga (ada yang) seperti itu.
Bergandengan tangan dengan pacar merupakan hal biasa. Ciuman dan pelukan dianggap bumbu pacaran. Bahkan seks pra-nikah dianggap sebagai tanda cinta.
Bukankan itu semua menunjukkan bahwa monyet adalah manusia atau manusia adalah monyet?
~~~~~~
Alasan saya mengapa menggunakan monyet sebagai avatar adalah sebagai cambuk pengingat bahwa saya adalah manusia yang merupakan makhluk yang paling sempurna dan dibekali akal budi.
Avatar itulah yang akan mencambuk jiwa ini bila telah lalai dan menempeleng kesadaran diri ini, bahwa jika saya lengah dalam menurutkan nafsu, maka tak ubahnya seperti monyet.
~~~~~~
monyet <> (diri ini + kesadaran akan akal budi)
namun
monyet = (diri ini + nafsu)
~~~~~
Sekilas Mengenai Face Recognition Password
Yupz..., teknologi face recognition memang teknologi yang boleh dibilang mengadaptasi bio password. Mungkin dulu (sampai saat ini) masih menggunakan sidik jari atau dikenal dengan teknologi fingerprint. Namun seiring dengan perkembangan zaman, muncul teknologi baru yaitu password dengan pengenalan wajah.
Kebetulan saya menggunakan Ideapad Y330 dari Lenovo. Nah, dari vendor Lenovo sendiri juga menyediakan software face recognition yang lebih dikenal dengan VeriFace. Cukup dengan nampang di depan webcam, maka urusan password jadi mudah. Untuk non-pengguna Lenovo jangan berkecil hati dulu, ada software yang hampir sama dengan VeriFace yaitu KeyLemon (bisa didownload di sini). Baik KeyLemon maupun VeriFace menggunakan scan wajah utuk membuka password. Pada dasarnya prinsip yang digunakan adalah perbandingan dan penghitungan jarak mata seseorang.
Udah cukup pengenalannya, nah sekarang ada kelemahan yang bisa digunakan untuk menipu software ini. Salah satunya adalah menggunakan foto pemilik password. Ini sudah saya buktikan sendiri dan ternyata VeriFace III tidak sehebat yang dikatakan. Hanya dengan foto dari phonecell, VeriFace III bisa dibobol.
Ya..., ternyata memang sehebat-hebatnya password, pastilah (suatu saat) akan dapat dibobol juga
Note :
- Ternyata VeriFace III (yang katanya khusus buat Vista) bisa jalan di Windows XP Professional SP-2
- KeyLemon bisa digunakan disemua komputer, termasuk PC asalkan memenuhi syarat minimal dan mempunyai webcam.
Friday, April 24, 2009
Kenangan di Masa Lalu
Monday, April 20, 2009
Senja Di Pelabuhan Kecil
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis memepercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air hilang ombak
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
(Sebuah puisi karya Chairil Anwar, diambil dari Deru Campur Debu, 1949)
Arti Sebuah Kedewasaan
Tuesday, April 14, 2009
Foto Buram...
Tuesday, March 10, 2009
Teknik Menonaktifkan USB Storage Pada Windows XP
Pernah merasa jengah dengan teman yang melanggar area privasi dengan seenaknya main tancep USB storage di komputer?
Pernah gak merasa jengkel akibat data ato sistem kowat-kawut akibat virus yang ditularkan via USB storage?
Pernah gak merasa geram dengan ulah teman yang dengan cueknya ngambil data via USB?
Well..., mungkin jawabnya pernah ya?
Yup..., pastilah jengkel, mangkel, jengah, geram dan bertumpuk illfill laennya. Tapi gimana lagi kan gak enak ngelarang temen make port USB.
Hiiiiiiih, mending port USB-ny dinonaktifkan aja via BIOS Setup
tapi...
klo saya mendadak perlu, harus restart komputer dulu, buat nyeting BIOS lagi.
Andai saja port USB bisa diaktifkan ato dinonaktifkan dengan mudah...
Taadaa......
Ini dia tutorial menonaktifkan port USB dengan gampang (ini menurut saya lho...!!!)
~~~~~
Cara menonaktifkan port USB :
1. Aktifkan registry editor / regedit (tau kan caranya...?)
2. Pilih HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\UsbStor
(liat gambar di bawah ya....)
4. Klik OK dan rasakan bedanya.
~~~~~
Sekarang kompie jadi aman dan damai.....
Tancpin deh tu USB Storage, macem flashdisk dan kawan-kawannya. Dijamin gak bakal kedeteksi.
Huahahahahahahahahahaha.... makan tu flashdisk...!!!
~~~~~
Untuk mengaktifkan port USB, cukup ganti nilainya dari 4 menjadi 3
~~~~~
Monday, March 9, 2009
Cara Mengubah Password Administrator pada Windows XP Professional
Beberapa waktu yang lalu (udah lama banget ding), di forum yang saya ikuti, ada yang bertanya cara untuk njebol password adminstrator di Windows XP.
Jawaban dan tanggapannya pun bermacem-macem, ada yang njawab dengan serius tapi ada juga yang malah ngsih solusi berupa "caci-maki"
Weleh-weleh-weleh...!!!
Memang ada berapa cara sih, dari yang halus sampe cara ekstrim, dari nanemin key logger, social engineering, sampe ndatengin orang yang tahu password adminnya sambil bawa golok. Kekekekekkeke... (opsi terakhir khusus buat mantan preman lho...!!!)
Well...
Rasa iseng dan penasaran saya akhirnya kambuh lagi nih.
Dan akhirnya....
Taaaaadaaaaaaa......
Berhasil juga menemukan cara ngakali password admin, tanpa tool apapun.
~~~~~
Syarat :
- Luruskan niat, semuanya hanya untuk tujuan pembelajaran, jadi jangan sampai digunakan buat ngerjain orang (tapi klo IT-nya rese' dan sok tau, mungkin gak apa-apa ya...).
- Komputer lengkap, dan pastinya dalam kondisi ok ya... (jangan sampe nti kompie-nya gak ada monitornya, weleh-weleh-weleh, kita kan mau ngoprek kompie bukan mau maen sulap).
- Kopi item segelas, (banyakan gak apa ding, asal gratiss...!!!).
- Rokok sebatang, (maklum masih agak bokek nih, BTW klo ada donatur yang baek hati, boleh deh dibeliin sebungkus).
Nah..., klo semua persyarataan udah siap, baru kita mulai.
Mmmm, biar gak susah udah saya buat video tutorialnya, jadi tinggal liat ato download trus dipraktekin.
Maaf ya... klo soundnya kueciiiiiiiil buanget
~~~~~
prof would like thanks to :
- ALLOH (please forgive me for all of my sins)
- My Y330 (you are my very best friend, sorry if sometimes I push you to the limit)
- http://www.oneclickfiles.com/ (for the free TechSmith Camtasia Studio)
Tentang Cinta
tahukah engkau apa itu cinta?
tahukah engkau mengapa karenanya,
seseorang bisa tertawa atau bahkan menangis?
Sobat...
pernahkah engkau merasa mencintai atau dicintai?
tahukah engkau mengapa karenanya,
semua hal bisa mendadak jadi indah atau bahkan menjadi neraka dunia?
Sobat...
maukah engkau memberi tahu diriku ini,
semua hal tentang cinta?
Saturday, February 14, 2009
Address GMAIL Palsu?
Setelah saya install terrnyata hasilnya tidak seperti yang saya bayangkan, jadi langsung didelete lagi. Tetapi ternyata ada "hal aneh yang tertinggal". Setiap saya melakukan login ke account GMail, ada kejanggalan yang terjadi pada tampilan login page.
Berikut adalah hasil capture-nya :
Gambar di bawah ini adalah tampilan dari login page account Gmail yang palsu
Bandingkan dengan tampilan login page account GMail yang asli
Terlihat bedanya kan?
Saran saya :
- Berhati-hati dalam menggunakan internet, terutama saat melakukan browsing ke situs-situs tertentu.
- Selalu perhatikan alamat pada address bar browser anda, apakah sesuai dengan tampilan page yang terbuka.
- Gunakan antivirus dengan update virus database terbaru.
- Jangan pernah melakukan proses scan ativirus atau apapun dari pop-up window yang muncul, karena biasanya hanya ipu-tipu untuk melakukan scan data pada komputer anda.
- JER BASUKI MOWO BEA, jangan pengen software yang gratisan aja. Biasanya banyak "hidden agenda" yang bekaitan dengan kegratisannya.
- Keep learning, practice and share
Wednesday, February 11, 2009
Sang Waktu
Waktu...,
Begitu cepat kau berlari,
hingga tak terasa tahun demi tahun telah berlalu.
Waktu...,
Entah berapa banyak yang telah kuhabiskan dengan sia-sia.
Waktu...,
Kini berbagai pertanyaan berkecamuk dalam kepala ini.
Apa yang telah kulakukan selama ini?
Impian apa yang tlah behasil kuwujudkan?
Prestasi apa telah kuukir?
Inovasi seperti apa yang telah berhasil kuciptakan?
Dan...
Ibadah macam apa yang telah kujalani?
Sempurnakah itu?
Ataukah hanya sekedar menjalankan formalitas rutin saja?
Duhai ALLOH, yang maha segalanya,
Bimbinglah hamba-Mu ini,
agar dapat menghabiskan sisa nafas ini tuk menuju jalan-Mu
Wahai ALLOH,
berilah kekuatan pada hamba-Mu yang serba lemah ini,
agar dapat mengisi sisa umur dengan hal yang bermanfaat
hanya dan hanya tuk meraih ridho-Mu.
~~~~~
18 tahun lebih?
Gila, selama itukah waktu yang telah kuhabiskan?
Hari ini saya sempat terteegun tuk sejenak, saat berbicara via telefon mengenai lama waktu yang telah dijalani salam saya tinggal di Kalilangse (tempat sebelum saya pindah sekarang).
Masya ALLOH, begitu lama waktu yang ada namun dijalani tanpa terasa.
~~~~~
Malam ini, sambil berbaring di kos, menunggu kantuk datang menyapa, kata itu kuulangi lagi.
18 tahun lebih...!!!
Sungguh luar biasa.
Kilatan-kilatan memori menyeruak dalam benak.
Teringat saat saya masih di bangku SD, dalam seragam putih-merah. Bagaimana rasa bangga membuncah dalam dada saat dinyatakan lulus dengan jumlah nilai yang tergolong baik dan dapat diterima di SMP negeri.
-----
Ingatan itu kemudian melompat saat saya di SMA, masa-masa remaja di depan mata. Saat-saat pencrian jati diripun dimulai.
Teringat bagaimana setiap pulang sekolah selalu kumpul dengan teman-teman di sanggar Korps Soeringgit 149. Bercanda, tertawa, menghabiskan waktu dengan berbincang tentang teman, sekolah dan kepramukaan. Kadang kala diselingi dengan acara melihat teman main sepak bola atau basket di halaman depan sekolah.
Saat lulusan tiba, kali ini prestasi tak dapat kuraih. Ujian masuk perguruan tinggi-pun gagal kuraih. Saat itu sedih, malu dan merasa tidak berharga, karena telah mengecewakan orang tua.
Ingat saat itu, seharian hanya diisi dengan tidur di kamar.
Hari-hari selanjutnya hanya diisi dengan kekosongan demi kekosongan. Tiga tahun lamanya diri ini terombang ambing dalam kekosongan, hingga akhirnya masuk ke Politeknik.
Masa-masa belajar tuk menjadi seorang yang dewasa dimulai. Saat kuliah (saya lebih senang menyebutnya dengan sekolah), tak jauh beda dengan masa di SMA dulu. Hampir setiap pulang sekolah, diisempatkan untuk berkumpul di posko PCC. Sampai terkadang hari Sabtu dan Minggu un dihabiskan menginap di posko.
Teringat saat-saat ada pemberlakuan jam malam, dimana semua civitas akademik, apapun kegiatannya dibatasi sampai jam 21.00. Rasa nekat mengalahkan rasa takut dimaki-maki plus diusir saptam Politek. Pemadaman listrikpun sempat diakali.
Masa-masa sekolah di Politek, mungkin merupakan masa yang paling bekesan bagi saya, karena di saat itulah saya mulai mengenal rasa tertarik dengan seorang gadis. Namun juga masa-masa resah bagi diri ini, karena semakin mendekati waktu kelulusan, semakin cepat pula diri ini diharuskan menghadapi hidup yang sebenarnya. Hidup sebagai seorang ppria dewasa yang mempunyai beban dan tanggung jawab, baik terhadap diri sendiri, terhadap keluarga dan terhadap Sang Maha Pencipta, ALLOH.
-----
Ingatan itu kembali berlompatan.
Teringat saat-saat pembuatan tugas akhir. Begitu tak terlupakan, bagaimana pagi sampai siang harus tetap aktif sekolah dengan berbagai tugas yang menumpuk dan malam harinya giliran tugas akhir yang menunggu.
Huh..., akhirnya masa kelulusan pun tiba. Alhamdulillah, rasa ketakutan akan setelah lulus telah terhapuskan, dengan pekerjaan yang telah menunggu di depan mata.
-----
Kini tiga setengah tahun sudah saya bekerja di Jakarta. Dengan ritme kehidupan yang berbeda dan lebih berwarna. Masa di mana saya belajar sekaligus dihadapkan dan dipaksa untuk mengerti tentang hidup yang sebenarnya.
~~~~~
Kini, saya tengah berbaring di kos, menunggu kantuk yang entah kemana. Mengenang itu semua sebagai guratan-guratan dalam kanvas kehidupan saya.
Namun, saat mengenang itu semua, rasa gundah menyergap. Begitu banyak waktu yang telah dijalani, begitu lama namun tetap tanpa terasa. Seakan-akan itu semua berlangsung tak lebih dai bulan kemarin.
Rasa gundah itu semakin menjadi-jadi saat mengingat hal apa saja yang telah dilakukan. Berapa banyak waktu sia-sia yang telah dihabiskan, berapa banyak hal yang dapat diraih bila waktu-waktu tadi digunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat.
Ya.. ALLOH, mengapa waktu begitu cepat berlalu, meninggalkan masa lalu dengan kecepatan luar biasa dengan tanpa kesempatan untuk melakukan koreksi ulang akan apa-apa yang telah dilakukan.
Ya.. ALLOH, bimbinglah hamba-Mu ini, agar tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi.
~~~~~
Demi masa (sang waktu),
sesungguhnya manusia itu dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman, orang yang beramal soleh dan orang-orang yang saling nasehat-menasehati dalam hal kebaikan dan kesabaran..
Sunday, February 8, 2009
Kelemahan Sistem User Account Indosat M2-Internet Broadband
Saat ini koneksi internet merupakan sebuah kebutuhan yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Semua informasi, mulai dari berita, price list barang, informasi ECI (Engineering Change Information) dari vendor sampai gosip selebitis, komplit dan dapat diakses tanpa beranjak meninggalkan meja kerja.
Indosat M2, sebagai salah satu provider internet broadband, sangat memanjakan para pelanggannya.
Lihatlah fasilitas yang ditawarkan, paket unlimited akses yang terbilang murah dengan akses yang cukup cepat (sesuai dengan kondisi sinyal). Fasilitas wireless internet yang praktis, karena dapat dibawa mobile sesuai dengan kebutuhan.
Saking memanjakan para pelanggannya, Indosat M2, bahkan mengizinkan kita untuk menggunakan account orang lain.
Hal ini saya ketahui saat seorang teman minta untuk diajari seting BROOM. Kebetulan saya punya modem 3G.
Dengan gaya serang mentor dadakan, tahap demi tahap proses instalasi dipaparkan. Nah, setelah mengisi user name dan password account, koneksipun tersambung.
Nah, karena poses instalasi dilakukan di notebook saya, maka keesokan harinya saya iseng-iseng untuk mencoba koneksi, tentunya dengan SIM milik saya sendiri, namun menggunakan user name dan passsword milik eman saya tadi. TAADAA.... tenyata bisa, saya mencoba untuk membuka http://www.wikimapia.org/ dan download mp3. Berhasil dengan sukses. Setelah itu saya liat history pemakaian account saya dan hasilnya tidak bertambah 1 KB pun.
Artinya, semua pemakaian di bbankan ke account milik teman saya tadi.
Weleh, akhirnya... saya coba melihat password milik teman saya tadi menggunakan Snadboy (bisa didownload dengan gratis di http://www.snadboy.com/). Asyik... berhasil lagi.
Ya... emang agak nakal sih, menggunakan account milik orang lain, tapi karena unlimited jadi gak apa-apa ya...?
Saturday, January 31, 2009
Wednesday, January 7, 2009
Sebuah Catatan Di Awal Tahun 2009
2008
Tidak terasa waktu bergulir begitu cepat, hingga tibalah di penghujung tahun.
Kiranya pastilah banyak hal yang masih tersisa dari tahun ini. Begitu banyak harapan, cita-cita yang belum dapat diwujudkan, begitu banyak persoalan, masalah serta janji-janji yang belum ditunaikan. Begitu banyak timbunan tugas yang masih menjadi PR.
Namun ternyata waktu tidak mau memperlambat ritmenya. Detik demi detik terus berdetak hingga berkumpul dalam hitungan menit, jam, hari, pekan, bulan bahkan berhimpun menjadi tahun. Terus menerus melaju ke depan, tanpa mau untuk berhenti apalagi bergerak mundur.
+++++
Tepat pukul 00.00, berakhirlah 2008 dan episode kehidupan dimulai dalam tahun yang baru.
+++++
2009
Harapan baru dibuat.
Cita-cita baru direka.
Janji-janji baru diucapkan.
Tugas dan masalah baru pun menghadang di depan mata.
Sebuah pernyanyaan besar muncul.
Bisakah harapan dan cita-cita baru itu diwujudkan?
Sedangkan tumpukan harapan dan cita-cita di tahun lalu begitu banyak yang belum terwujud.
Beranikah diri ini menghadapi masa depan, dengan timbunan persoalan yang tak kunjung
usai?