~~~~~
Bertahan di Alas Kedungserut - Sunaryo Adhiatmoko
Siang itu, panas menyengat, seakan hendak membakar daun-daun jati kering di Alas (hutan) Kedungserut, Jiken, Blora. Tapi, Parman bergeming, ia terus menggali akar kayu jati bekas ditebang. Sekujur tubuhnya dibasahi peluh.
Untuk mengangkat akar jati yang terpendam, Parman harus menggali hingga dua meter. Kemudian, ia mengayuhkan kapak untuk memotong dan membelahnya. Selendang kumal, terikat kuat di perutnya. Tulang rusuknya tampak jelas dilapisi kulit tipis mengkilap, karena keringat. Semangatnya, bak Haryo Penangsang, sosok yang melegenda dalam sejarah wali-wali Jawa di bumi Blora.
Selendang yang terikat di perutnya, bukan jimat kekuatan. Selendang itu, untuk menahan lapar. Mengingatkan, tatkala Rasulullah mengganjal perut pakai batu, untuk menahan lapar. Parman dan pencari kayu lainnya di alas Kedungserut, melakukan kebiasaan itu, agar tenaga mampu bertahan hingga sore hari.
"Kalau ketemu ubi, masih mending bisa ganjal perut," kata ayah lima anak yang sudah 20 tahun mencari kayu bakar itu.
Di hutan jati yang tanahnya kering, suatu keberuntungan jika dapat menemukan ubi. Jika dapat, ubi tidak perlu dibakar, tapi langsung dimakan. Menurut Parman, menyalakan api di hutan bisa sebabkan kebakaran. Apalagi, saat musim kemarau begini daun jati sedang masa gugur.
Perjuangan hidup di alas Kedungserut, dimulai Parman dan para pencari kayu bakar lainnya, sejak lepas subuh. Mereka berbekal air putih. Menuju hutan, 15 km dari rumah mengendarai sepeda pancal. Sepeda tua yang umurnya sudah puluhan tahun. Kadang, rantainya putus di tengah jalan, kerap juga bannya yang meletus.
Blora, dikenal daerah sulit air. Masyarakat desa, mengandalkan hidup dari bertani. Tapi, curah hujan yang kecil, menyebabkan panen rata-rata satu kali setahun. Selanjutnya, mereka mengisi hari-hari dengan merantau menjadi buruh bangunan di kota-kota besar.
Meski alamnya keras, banyak juga yang tak lari dari Blora. Mereka tetap bertahan, dengan sumber daya hidup yang terbatas. Bagi yang punya tenaga kuat, mencari kayu bakar seperti Parman, jadi satu-satunya harapan hidup. Meski, antara tenaga yang diperas dengan penghasilan tidak sebanding.
Parman dan teman senasibnya, mulai keluar hutan lepas zhuhur. Mereka menyusun tumpukan akar kayu jati, hingga dua meter di atas sepeda. Dari dalam hutan, perlahan-lahan sepeda yang sarat muatan kayu bakar, didorong. Tangan-tangan kering, tapi agak kekar itu, bergetar hebat menopang keseimbangan kayu dan sepeda. Sulit membedakan, bergetar karena menahan lapar apa lantaran berat. Tapi, tampak dua-duanya.
Siang merambat pukul 13.30, Parman beriringan dengan temannya menyusuri jalan raya Cepu - Blora. Panas membakar aspal, hingga tampak mendidih dari kejauhan. Tapi, kaki para pencari kayu bakar itu menapak tanpa alas kaki. Dari alas Kedungserut, mereka menuju ke pusat kota, seperti Jepon. Jika jalan datar dan turun, sepeda sarat muatan itu, dinaiki pelan-pelan.
Mereka menempuh jarak 15 km, sembari menjajakan kayu di sepanjang jalan. Jika nasib baik, belum sampai pasar dan tempat pengepul, kayu mereka sudah ada yang membeli di perjalanan. Satu sepeda, biasanya dibeli Rp 25 ribu. Mereka mencari kayu tiap hari, akan istirahat jika badan benar-benar lelah.
Dalam bincang, saat istirahat di pinggir jalan Brumbung, Jepon, Parman mengurai strategi hidup bertahan di Blora. Dengan penghasilan tak lebih dari Rp 400 ribu per bulan, Parman dan keluarganya harus hidup hemat. Untuk makan saja misalnya, Parman menunggu saat perut memang sedang lapar-laparnya. Dia dan istrinya bahkan kerap satu kali makan sehari.
"Setiap hari kami biasa puasa mas. Untuk makan dua kali saja takut, besok bagaimana," curah Parman, saat berbincang persiapan jelang Ramadan, Senin, awal pekan lalu. Di atas bumi tempat Parman berpijak, sesungguhnya pusat penghasil dolar dari minyak dan gas. Tapi ketimpangan itu amat dalam.
Sehari bersama Parman, banyak pelajaran hidup yang dipetik. Saat Al-Azhar Peduli Ummat, menyelipkan bantuan jelang Ramadhan ke sakunya, Parman terbelalak. Mulutnya kaku untuk berucap. Raut mukanya yang keras mendadak sendu. Parman haru, matanya berkaca-kaca.
"Tak ada pilihan lain, saya akan tetap bertahan di alas Kedungserut," lirih Parman berucap, sembari berkata terima kasih.
(sumber : www.detik.com)
~~~~~
Lalu pantaskah kita masih mengeluh dan terus mengeluh akan hidup ini, sedangkan makan 3 kali sehari telah tercukupi dengan layak?
Tidak malukah kita pada sosok Parman, yang tidak kenal menyerah?
Thursday, August 20, 2009
Saturday, August 15, 2009
Indonesia Tanah Air Siapa?
Saturday, August 1, 2009
One Bad Day in My Life

~~~~~
Sebel, illfill dan sejuta perasaan dongkol lainnya.
Yupss..., hari ini saya merasa hampir-hampir frustasi.
Mungkin terlalu berlebihan, tapi jujur baru kali ini saya dipusingkan dengan proses instalasi operating system.
CD Windows yang saya miliki semuanya error, termasuk CD pinjaman dari seorang teman.
SIAL-nya saya sudah terlalu semangat dengan memformat ulang operating system yang lama.
~~~~~
Untungnya, saya punya CD operating system cadangan, yaitu UBuntu 8.10.
Akhirya disela keputusasaan, saya lakukan instalasi dengan operating system tersebut. Sebetulnya saya telah lama ingin beralih menggunakan Linux, tapi tuntutan pekerjaan yang selalu berkutat dengan aplikasi yang menggunakan software berplatform Windows-lah yang selalu menjadi kendalanya.
~~~~~
Mungkin inilah titik awal dimana saya dipaksa untuk migrasi dari Windows
~~~~~
Saturday, July 18, 2009
Cara Menon Aktifkan Internet OptionsFeature IE Pada Windows XP (II)
Beberapa waktu yang lalu saya pernah posting tentag cara menonaktifkan feature Internet Options pada IE di Windows XP.
Ternyata ada cara yang lebih mudah, tanpa perlu mengotak-atik registry Windows.
~~~~~
Ternyata ada cara yang lebih mudah, tanpa perlu mengotak-atik registry Windows.
~~~~~
Caranya dalah sebagai berikut :
- Buka Group Policy Editor, dengan cara mengetik GPEDIT.MSC pada menu run Windows.
- Akan muncul window Group Policy Editor
- Pilih User Configuration --> Administrative Template --> Windows Componnents --> Internet Explorer --> Browser menus
- Pada window sebelah kanan pilih Tools Menu : Disable Internet Options...menu option
- Klik item tersebut dan pilih enabled.
- Maka Internet Option pada IE akan menghilang.
Cukup mudah, karena tidak perlu ngoprek Wndows Registry.
Note : untuk mengaktifkan kembali, pilih Not Configured atau Dissabled
Certificate Error : Navigate Blocked ?
Pernah mengalami illfil saat browsing?
Itulah yang saya alami beberapa waktu yang lalu.
~~~~~
Kebetulan sistem operasi di laptop sudah agak err, males untuk memperbaikinya. Jadi langsung saya format ulang dan reinstall dengan menggunakan Vista.
Awalnya saya sempat terkagum-kagum karena semua fungsi tombol di laptop berfungsi
sempurna dan tidak ada gangguan mengenai hardware. Maklumlah sebelumnya sistem operasi yang saya gunakan adalah XP Professional SP-2. Banyak hardware dan fungsi tombol yang tidak berjalan sesuai dengan fungsinya (Laptop-nya Vista recommended).
Namun saat browsing mengunjungi site yang agak "aneh", ada pesan error bahwa website terblokir akibat gangguan certificate error. Mulanya saya fikir hal biasa, karena website yang saya kunjungi tergolong underground site dan saya fikir aman karena telah dilindungi oleh Kaspersky 7 dengan update terbaru.

Sialnya sehari kemudian, saya tidak bisa membuka http://www.gmail.com/ dan http://www.blogger.com/ karena error message yang sama, CERTIFICATE ERROR : NAVIGATE BLOCKED.
Saya coba scan dengan Kaspersky, hasilnya nihil alias tetep OK, namun tetap tidak dapat membuka kedua site tersebut.
Saya coba clean-up registry dengan CCleaner dan beberapa tool registry fixer seperti regcure. Hasilnya tetap sama.
Jengkel dengannya maka saya coba browsing untuk mencari solusi problem tersebut, lagi- lagi hasilnya tidak memuaskan.
Akhirnya saya menyerah dan bermaksud meakukan reinstall lagi, tapi berhubung loading pekerjaan yang menumpuk, hal tesebut belum saya lakukan. Iseng-iseng saya menanykan problem tersebut dengan staff IT di kantor. Dia memberikan sebuah tool SMADAV dan melakukan repair registry dengan tool tersebut.
Hasilnya...., sungguh luar biasa. Website yang sebelumnya selalu error saat dibuka ternyata dapat diakses dengan lancar tanpa gangguan.
Ternyata registry Windows Vista telah disusupi oleh phising, sehingga akan menuju web address yang keliru saat saya mencoba akses ke GMail dan blogger.
~~~~~
Kesimpulan :
Itulah yang saya alami beberapa waktu yang lalu.
~~~~~
Kebetulan sistem operasi di laptop sudah agak err, males untuk memperbaikinya. Jadi langsung saya format ulang dan reinstall dengan menggunakan Vista.
Awalnya saya sempat terkagum-kagum karena semua fungsi tombol di laptop berfungsi
sempurna dan tidak ada gangguan mengenai hardware. Maklumlah sebelumnya sistem operasi yang saya gunakan adalah XP Professional SP-2. Banyak hardware dan fungsi tombol yang tidak berjalan sesuai dengan fungsinya (Laptop-nya Vista recommended).
Namun saat browsing mengunjungi site yang agak "aneh", ada pesan error bahwa website terblokir akibat gangguan certificate error. Mulanya saya fikir hal biasa, karena website yang saya kunjungi tergolong underground site dan saya fikir aman karena telah dilindungi oleh Kaspersky 7 dengan update terbaru.

Sialnya sehari kemudian, saya tidak bisa membuka http://www.gmail.com/ dan http://www.blogger.com/ karena error message yang sama, CERTIFICATE ERROR : NAVIGATE BLOCKED.
Saya coba scan dengan Kaspersky, hasilnya nihil alias tetep OK, namun tetap tidak dapat membuka kedua site tersebut.
Saya coba clean-up registry dengan CCleaner dan beberapa tool registry fixer seperti regcure. Hasilnya tetap sama.
Jengkel dengannya maka saya coba browsing untuk mencari solusi problem tersebut, lagi- lagi hasilnya tidak memuaskan.
Akhirnya saya menyerah dan bermaksud meakukan reinstall lagi, tapi berhubung loading pekerjaan yang menumpuk, hal tesebut belum saya lakukan. Iseng-iseng saya menanykan problem tersebut dengan staff IT di kantor. Dia memberikan sebuah tool SMADAV dan melakukan repair registry dengan tool tersebut.
Hasilnya...., sungguh luar biasa. Website yang sebelumnya selalu error saat dibuka ternyata dapat diakses dengan lancar tanpa gangguan.
Ternyata registry Windows Vista telah disusupi oleh phising, sehingga akan menuju web address yang keliru saat saya mencoba akses ke GMail dan blogger.
~~~~~
Kesimpulan :
- Hati-hati dengan website yang tidak jelas dan tergolong "underground site". Umumnya menawarkan tool-tool mantab untuk kompie, namun ternyata di balik itu semua banyak malware yang ikut menyelinap masuk ke dalam sistem.
- Belum tentu mutu produk lokal seperti PCMAV dan SMADAV itu lebih buruk dibandingkan produk impor seperti Kaspersky.
- Keep open mind and start thinking out of "BOX"
Subscribe to:
Posts (Atom)
