Pages

Monday, April 12, 2010

Page Rank dan Saya




~~~~~

Siapa sih yang gak pengen web ato blog-nya dikunjungi orang banyak?
Siapa sih yang gak ngiri liat web ato blog temen page rank-nya manteb?

Mungkin impian semua pemilik web ato blog, klo jumlah hit-nya banyak...

~~~~~

Begitu juga dengan saya, memang belakangan ini, lagi berusaha mati-matian untuk ningkatin jumlah hit per day ato page rank.

Sampe-sampe dilink kemana-mana, sampe dibela-belain tanya ke mana-mana.

Weleh...

~~~~~

Tapi akhirnya saya sadar akan tujuan awal saya ngebikin blog.

Blog bagi saya merupakan sebuah catatan pribadi (yang gak mengandung privasi tingkat tinggi),
sekedar buat wahana untuk nyimpen ide ato "catatan penting" dalam hidup saya. Ya biar milestone dalam kehidupan saya gak cuma ada di hardisk.

Maklumlah, kebiasaan sering re-install dan re-format hardisk...

Trus..., gimana dengan page rank dan hit?

Ya... karena dasarnya cuma catatan pribadi, mau page rank-nya dan hit per day-nya ngelebihin Google juga gak ngepek buat saya.

Bagi saya blog bukan suatu hal yang perlu untuk digembar-gemborkan.

Kalopun blog, saya link-kan ke facebook, karena terkadang ada sesuatu yang mungkin perlu saya bagi.
Toh bila diabaikan, gak dibaca, di-reject ato di kasih komen yang gak nyambung, juga gak ngefek buat saya.

Kalopun blog, saya pasangi fasilitas tracking, itu cuma buat feed back, siapa-siapa saja yang pernah ngeliat blog saya, hingga saya bisa berterimakasih atas kunjungannya.
Toh bila gak dikunjungipun juga gak ruginya bagi saya, bahkan terkadang yang paling sering ngeliat blog saya adalah saya sendiri.

Ya..., mungkin tiap orang sih beda-beda.
~~~~~

Ah..., jadi teringat petuah dari Ustadz di kampung.

"Bila ada sejumput debu di atas batu yang bundar dan licin, kemudian turun hujan dengan sangat deras. Apakah akan masih ada debu yang tersisa di atas batu tersebut? Begitulah perumpamaan pahala akan amal yang dipamer-pamerkan"

Astaghfirullah...

~~~~~

Jakarta, 13 April 2010, dini hari
Ditulis dan diposting ;
Saat lagi pengen update blog aja.

Saturday, April 10, 2010

Hachiko : A Dog's Story - Arti Sebuah Kesetiaan



~~~~~

Pertama liat cover film ini..., sama sekali gak tertarik.
Ah..., paling ceritanya konyol, mengada-ada dan terlalu berlebihan.
Ya..., maklum, dari semua film yang ada hewan sebagai pemeran utamanya, pasti 'agak gak masuk akal'.

Tapi karena rekomendasi dari seorang teman, akhirnya nekat juga liat ni film.

~~~~~

Hachicko, merupakan sebuah film yang diangkat dari kisah nyata.
Kisah aslinya berasal dari Jepang, sekitar tahun 1923 - 1935. Untuk lebih jelas bisa dilihat di sini.

Hachicko merupakan seekor anjing akita, yang begitu setia pada pemiliknya. Saking setianya sampai-sampai kisah anjing ini menginspirasi orang-orang di kota tempat Hachiko berasal.
Dan untuk mengenang kesetiaannya, maka dibuatkanlah patung perunggu di tempat biasa menunggu pemilikknya (di daerah Shibuya, Jepang).


~~~~~
Jalan cerita dari film Hachiko, sebenernya sangat simple.

Pada suatu hari, seorang Profesor Parker Wilson (Richard Gere), menemukan anak anjing di stasiun yang setiap hari dilewatinya, saat berangkat dan pulang kerja. Karena kasihan, maka dibawa pulanglah anak anjing ini. Pada awalnya Cate (Joan Allen), istri Parker enggan untuk memelihara anjing. Namun melihat betapa senangnya Parker bermain dengan anak anjing ini, maka akhirnya Cate bersedia juga untuk mengijinkan Parker memelihara anak anjing ini, yang kemudian diberi nama Hachi (empat dala bahasa Jepang).

Setiap hari, saat berangkat kerja Hachi selalu mengantarkan Parker ke stasiun. Begitu juga saat pulang kerja di sore harinya, Hachi selalu menunggu Parker di stasiun. Para commuter dan penjual di sekitar stasiun sampai terheran-heran, melihat keanehan Hachiko.
Tak peduli dengan cuaca, Hachi tetap mengantarkan Parker pada pagi hari dan menjemputnya saat sore hari.

Begitu selama bertahun-tahun, sampai pada suatu ketika Parker meninggal.
Namun, Hachi tetap menunggu Parker di depan stasiun. Bertahun-tahun hal yang sama dilakukan Hachi, menunggu di depan stasiun, sampai akhirnya Hachi mati karena umurnya yang sudah tua.

~~~~~
Cerita yang simple, memang membuat sedikit bosan, tetapi backsound-nya yang mantab dan endingnya yang bener-bener touching banget membuat film ini layak ditonton.

~~~~~
Jakarta, 10 April 2010, 3.45 sore
Ditulis dan diposting :
Saat lagi butuh teladan tentang kesetiaan.

The Sky...

"Sunset From La Piazza"



"Pinky Clouds"



"Like Feathers"



"Before Getting Dark"





~~~~~
Jakarta, 10 April 2010, siang menjelang sore.
Diposting :
Saat nemu foto-foto lama...

Wednesday, April 7, 2010

Twilight on Work Place

"Siluet Manusia"



"Sunrise or Sunset?"



"Dan Langitpun Membara"


~~~~~
Jakarta, 07 April 2010
Semua foto diambil dengan Benq C840, tanpa melalui proses edit

Saturday, April 3, 2010

How to Open File Office 2007 with Office 2003



~~~~~

Sekarang ini, yang namanya software udah bener-bener berkembang pesat.
Bahkan aplikasi pengolah kata, juga ikut-ikutan.
Ada sih enaknya, versi terbaru pasti dilenkapi dengan fasilitas yang lebih wah...,
tp terkadang unsur kebiasaan masih mendominasi.

Begitu juga dengan Office, kini (sebenernya udah lama) ada versi 2007.
Nah yang jadi kendala adalaha buat orang-orang seperti saya, yang males untuk beradaptasi dengan hal-hal baru. (Inget.., cuma males dengan hal barulho, bukan anti perubahan).
Jadi mau gak mau tetep menggunakan Office 2003, toh gak ada kendala yang berarti.
Maklum, dikerjaan juga masih banyak yang pake Office 2003.

~~~~~

Tetapi ternyata kini mulai timbul sedikit masalah.
Sering dapet file attachment yang menggunakan format Office 2007 (seperti docx dan xlsx).
Yang menjengkelkan file-file tersebut gak mau (apa gak bisa ya...?) dibuka di Office 2003.

Grrrhhh..., masak cuma mau buka file aja, harus nginstall Offic 2007 dulu.

Ya terpaksa deh, minjem leptop bos untuk ngonversi file ke format Office 2003.
Gak enak juga sih..., tapi daripada gak bisa mbuka file-nya.

~~~~~

Nah.., setelah bersemedi di dunia maya, akhirnya nemu juga caranya.

Sbenernya ada cara gampang untuk ngebuka file dengan format Office 2007 di Office 2003, tanpa perlu nginstall Office 2007.

Nah.., ini dia caranya.

Download dulu patch-nya di sini.
Gak perlu takut untuk download-nya, soalnya itu link dari Microsoft.
Begitu dah selesai downloadnya..., install deh.
Trus coba buka fie dengan format Office 2007.

Taaaadaaadadada....

Bisakan...

~~~~~

Note: udah pernah ditrial buat ngebuka docx dan xlsx

~~~~~
Jakarta, 03 April 2010, 20.05
Ditulis dan diposting :
Saat lagi laper dan mau nyari makan, jadi klo smrawut dimaklumi ya...

Renovasi Blog

.





~~~~~

Yup...,
Beberapa hari ini, bagi pengunjung blog ini mungkin merasa agak aneh, karena beberapa kali berubah-ubah tampilan. Dari yang plain sampe agak weird akibat paduan warna yang bisa bikin sakit mata.

Hehehe...

Ya..., maklum masih dalam perbaikan dan pencarian template yang sesuai, sekaligus menunggu kuota internet yang kemaren-keramen sudah over.

~~~~~

Jadi inget, beberapa waktu yang lalu (sudah lama pake banget), seorang teman yang punya hobi nulis, menanyakan alasan saya dalam memilih template blog.

Sederhana..., saya suka dengan segala sesuatu yang simple. Gak perlu banyak widget dan gambar, apalagi sampai pakai animasi flash

~~~~

Lalu bila tampilan blog, saya ubah, tidak berarti saya sudah mengubah prinsip.
KISS (Keep It Simple..., Stupid) , tetep jadi andalan saya.

Mungkin itu sebabnya saya memilih tampilan dengan dominasi warna hitam.

I like black color, because black is simple and acceptable.
I can use black color to have a date, shopping at mall, having a candle light dinner or attending burial ceremony.

~~~~~

Jakarta, 03 April 2010, dinihari
Ditulis dan diposting :
Saat kena insomnia lagi...